HUKUM

Menjaga Marwah, Melawan Kebatilan: Mevi Amirullah Resmi Nahkodai IWO Indonesia Banten

53
×

Menjaga Marwah, Melawan Kebatilan: Mevi Amirullah Resmi Nahkodai IWO Indonesia Banten

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Di tengah badai tantangan integritas media dan perlindungan terhadap insan pers, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO-I) mengambil langkah tegas dan konstitusional. Demi menjaga supremasi hukum organisasi dan marwah profesi, DPP IWO-I resmi merombak kepengurusan DPW Banten dan menunjuk Mevi Amirullah sebagai nakhoda baru.

Ketegasan Hukum dan Amanat AD/ART

​Langkah ini bukanlah sekadar rotasi biasa, melainkan bentuk pengejawantahan dari ketaatan terhadap aturan main organisasi. Dalam perspektif hukum, kepatuhan terhadap AD/ART adalah fondasi utama. DPP IWO-I menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi dualisme kepemimpinan maupun kelalaian manajerial yang dapat merugikan anggota di tingkat daerah.

​Kadiv OKK Hasan Munawar, atas restu Ketua Umum Dr. H. NR Icang Rahardian, S.H., M.H., menyatakan bahwa evaluasi satu tahun terhadap kepemimpinan sebelumnya menunjukkan adanya stagnasi.

​”Kebenaran harus ditegakkan meski pahit. Organisasi bukan sekadar nama, tapi wadah perjuangan. Jika roda organisasi berhenti bergerak sesuai amanat AD/ART, maka langkah strategis adalah kewajiban demi menyelamatkan marwah pers di Tanah Banten,” tegas Hasan.

Perlindungan Jurnalis dan Sikap Kritis

​Dukungan mengalir dari berbagai elemen, termasuk Sekjen Ketua OKP BK-RI DPD Jawa Barat, yang menekankan pentingnya jurnalisme yang berani namun tetap dalam koridor hukum. Di tengah ancaman intimidasi dari oknum pejabat maupun tekanan eksternal, IWO Indonesia Banten di bawah kepemimpinan Mevi Amirullah diharapkan menjadi perisai bagi para jurnalis.

​”Kita harus maju terus pantang mundur, badai sekalipun harus kita hadapi demi menyuarakan kebenaran dan melawan kebatilan,” ungkap dukungan dari OKP BK-RI Jabar. Semangat ini selaras dengan misi IWO-I untuk meningkatkan sikap kritis terhadap lingkungan dan memastikan penegakan hukum tidak tebang pilih.

Baca Juga  LALAI DAN IRONI: OKP BK-RI Desak APH Investigasi PLN Leles Garut Terkait Mandegnya Pemindahan Gardu Listrik

Sanksi Bagi Pelanggar Etika

​Secara religius, kepemimpinan adalah amanah yang akan dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, IWO-I juga menerapkan standar tinggi bagi anggotanya. Tidak hanya melindungi dari intimidasi luar, organisasi secara internal juga tegas: Sanksi keras menanti oknum jurnalis yang melanggar kode etik dan AD/ART. Hal ini dilakukan agar profesi wartawan tetap mulia (elegan) dan tidak ternoda oleh perilaku oknum yang menjual integritas demi kepentingan pribadi.

Langkah Baru Menuju Banten yang Progresif

​Berdasarkan SK PAW No 300/SK/IWOI/P/I/2026, Mevi Amirullah kini memikul tanggung jawab besar. Tugas utama yang menanti adalah memastikan seluruh DPD di 4 Kabupaten dan 4 Kota di Banten terdaftar secara resmi di Kesbangpol serta aktif melakukan kontrol sosial yang tajam namun beradab.

​Perubahan ini adalah pesan kuat bagi seluruh insan pers: Bahwa di bawah langit Banten, IWO Indonesia hadir bukan untuk memelihara dualisme, melainkan untuk menyatukan visi dalam bingkai keadilan dan profesionalisme.

Selamat bekerja, Mevi Amirullah. Kibarkan panji kebenaran, tegakkan supremasi hukum, dan jadilah cahaya bagi jurnalisme yang bermartabat. (Red)

Tinggalkan Balasan