
PANGATIKAN, GARUT – Di bawah langit Desa Babakanloa yang khidmat, gema semangat menyeruak dari Lapangan Bola Voli Komplek Pendidikan SMP Maarif, Yayasan Amanah Aminah Maemunah. Sabtu (07/02/2026), menjadi tonggak sejarah baru bagi masyarakat Pangatikan saat Camat Dani Ramdani secara resmi membuka Turnamen Bola Voli se-Kecamatan Pangatikan.
Acara ini bukan sekadar kompetisi fisik, melainkan sebuah simfoni perayaan menyambut Hari Jadi Kecamatan Pangatikan ke-22 (11 Maret) dan Hari Jadi Kabupaten Garut ke-213 (16 Februari).

Sinergi dan Kemandirian: Wujud Gotong Royong Masyarakat
Ketua Pelaksana sekaligus Sekmat Pangatikan, Wiliyanti Nurul Fitri, menegaskan bahwa turnamen yang diikuti oleh 16 tim putra dan putri ini lahir dari rahim kemandirian. Tanpa menyentuh anggaran pemerintah, kegiatan ini tegak berdiri di atas pilar gotong royong warga dan dukungan yayasan.
Hal ini selaras dengan pesan Nurul Mubin, Sekretaris KONI Kabupaten Garut, yang hadir mewakili semangat Bupati Garut, Abdusy Syakur. Ia menekankan bahwa sportivitas di lapangan adalah cermin dari karakter bangsa yang unggul.
Pendidikan, Olahraga, dan Nilai Religius
Camat Pangatikan, Dani Ramdani, dalam sambutannya yang menyentuh, menyampaikan bahwa momentum ini adalah refleksi dari tagline “Pangatikan Gemerlap” (Gerakan Membangun Rakyat dan Lingkungan Asri Pangatikan).
”Di usia yang ke-22, Pangatikan harus berani berkompetisi dan unggul. Kita tidak hanya membangun fisik melalui olahraga dan ekonomi kerakyatan melalui UMKM, tetapi kita sedang membangun jiwa,” ujar Dani Ramdani.
Pilihan lokasi di komplek pendidikan berbasis yayasan religi ini memberikan pesan kuat: bahwa pendidikan yang relevan adalah pendidikan yang mampu menyeimbangkan kecerdasan spiritual, intelektual, dan ketangkasan jasmani.
Disiplin dan Integritas: Fondasi SDM Unggul
Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi fokus utama. Dalam bingkai “Pangatikan Gemerlap”, Camat Dani menekankan pentingnya kedisiplinan di sektor pendidikan. Baginya, olahraga adalah guru terbaik tentang kepatuhan pada aturan (SOP).
Sebagai bentuk komitmen terhadap kualitas pendidikan, Camat memberikan catatan penting mengenai Integritas Pendidik:
- Relevansi & Etika: Pendidik harus menjadi teladan moral yang elegan dan religius.
- Tegaknya Aturan: Demi peningkatan SDM, tidak ada ruang bagi pelanggaran SOP. Sanksi tegas akan diberlakukan bagi oknum pendidik yang melanggar kode etik, guna menjaga marwah dunia pendidikan di Pangatikan.
- Kualitas Tanpa Kompromi: Kedisiplinan adalah harga mati untuk mencetak generasi yang mampu bersaing di tingkat kabupaten maupun nasional.
Menuju Garut Gumiwang Tanjeur Dangiang
Turnamen ini menjadi bagian dari rangkaian besar “Garut Gumiwang Tanjeur Dangiang”. Kehadiran unsur Forkopimcam, Polsek, Koramil, MUI, hingga APDESI menunjukkan bahwa persatuan adalah kunci utama pembangunan.
Melalui smash dan servis di lapangan voli, Kecamatan Pangatikan sedang mengirimkan pesan kepada Kabupaten Garut: bahwa dari wilayah ini, sedang lahir manusia-manusia tangguh yang disiplin, religius, dan penuh cinta pada tanah kelahirannya.
Liputan Khusus Team Cyber BK-RI Ridwan Firdaus








