HUKUM

Dapur Gizi Berbalut Religi: Cara Unik SPPG Maripari 02 Memanusiakan Para Pejuang Dapur

121
×

Dapur Gizi Berbalut Religi: Cara Unik SPPG Maripari 02 Memanusiakan Para Pejuang Dapur

Sebarkan artikel ini

GARUT – Di saat kebanyakan instansi merayakan pencapaian melalui angka dan laporan formal, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Maripari 02 Garut memilih jalan yang berbeda. Mereka memilih untuk “memberi makan” jiwa para pejuangnya sebelum mereka kembali memberi makan bangsa.

​Sabtu sore (28/02/2026), di bawah langit senja Cikole yang tenang, suasana haru menyelimuti puluhan relawan. Bukan di balik kompor atau tumpukan bahan pangan, para pejuang gizi ini duduk melingkar dalam dekapan alam Desa Wanasari, Kecamatan Wanaraja. Mereka hadir untuk satu tujuan: menjemput berkah Ramadan melalui refleksi diri.

Bukan Sekadar Kerja, Tapi Sebuah Jalan Ninja Peradaban

​Kegiatan ini bukanlah seremonial biasa. Kepala SPPG Maripari 02, Muhammad Fauzan, memahami betul bahwa di balik piring-piring gizi yang tersaji untuk anak bangsa, ada tangan-tangan lelah yang perlu dibasuh dengan apresiasi tulus.

​”Nikmat yang kita rasakan di dapur adalah nikmat Tuhan yang sangat luar biasa. Tidak semua orang mendapatkan amanah untuk merasakan nikmat pengabdian seperti yang kita jalani,” ujar Fauzan dengan nada yang rendah namun penuh penekanan.

​Kalimat tersebut bukan sekadar retorika. Bagi SPPG Maripari 02, relawan bukan hanya operator teknis, melainkan pilar utama kedaulatan gizi. Dengan menghadirkan Ustadz Septian yang membawakan tausiyah bertajuk “Bersyukur di Bulan yang Mulia”, acara ini berhasil menyentuh sisi spiritual yang sering kali terlupakan di tengah kesibukan operasional.

Sentuhan Personal: Reward di Bawah Langit Wanaraja

​Yang membuat kegiatan ini terasa unik dan berbeda dari pegiat sosial lainnya adalah keberanian untuk “berhenti sejenak” dan merayakan dedikasi secara personal. Di tengah suasana asri kafe yang jauh dari hiruk-pikuk, 25 relawan terpilih menerima reward khusus.

Baca Juga  Lomba Calung Antar Grup Perwakilan Desa Se-Kecamanan Cisewu

​Ini bukan sekadar pemberian hadiah, melainkan simbol pengakuan atas loyalitas tanpa batas yang mereka berikan selama ini. Pemberian apresiasi ini menjadi momen emosional yang mempererat ukhuwah (persaudaraan) antar-anggota, menciptakan ikatan yang lebih kuat dari sekadar rekan kerja.

Membangun Kekompakan Lewat Ketulusan

​Kegiatan yang ditutup dengan buka puasa bersama ini menyisakan satu pesan kuat: bahwa untuk membangun generasi bangsa yang sehat, para pengelolanya pun harus memiliki hati yang bahagia dan solid.

​Senyum yang terpancar saat sesi foto bersama bukan sekadar formalitas untuk dokumentasi, melainkan cerminan semangat baru. Mereka tidak hanya pulang dengan perut yang kenyang, tetapi dengan jiwa yang kembali penuh—siap kembali ke dapur Maripari 02 untuk merajut masa depan generasi bangsa yang lebih sehat dan berdaya. (Red)

Tinggalkan Balasan