Kritis Terhadap Lingkungan dan Penegakan Hukum
Template Indeks
HUKUM  

Dekapan Duka Kang DS untuk Pangalengan: Menjemput Syahid Dua Malaikat Kecil di Mekarsari

PANGALENGAN – Suasana syahdu menyelimuti Kampung Mekarsari, Desa Tribaktimulya, Minggu (1/2). Di tengah rintik hujan yang masih menyisakan pilu, Bupati Bandung, Dr. H.M. Dadang Supriatna, hadir dengan langkah berat namun penuh kasih untuk bertakziyah ke rumah duka dua balita yang menjadi korban musibah longsor.

​Kejadian yang terjadi pada Sabtu siang (31/1) sekitar pukul 14.30 WIB itu bukan sekadar bencana alam, melainkan duka mendalam bagi seluruh warga Kabupaten Bandung. Dua saudara sekandung, Rere (5 tahun) dan adiknya yang masih merah, Aldi (3 bulan), harus berpulang ke haribaan Sang Khalik setelah material longsor menjebol dinding dapur saat mereka sedang menyantap makan siang.

​Kehadiran Sosok Ayah bagi Warga

​Bupati yang akrab disapa Kang DS ini tak kuasa menyembunyikan rasa prihatinnya. Baginya, kehilangan dua nyawa tak berdosa ini adalah luka kolektif.

​”Saya hadir di sini tidak hanya sebagai pemimpin, tapi sebagai seorang ayah. Hati saya hancur mendengar dua malaikat kecil kita, kakaknya yang baru belajar mengeja dunia dan adiknya yang baru berusia tiga bulan, harus mendahului kita semua,” ujar Kang DS dengan nada bergetar.

​Beliau menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada pasangan suami istri, Ato dan Desi, seraya mendoakan agar keluarga diberikan ketabahan yang luar biasa dalam menghadapi ujian langit ini.

​Langkah Nyata: Menjaga Nyawa, Membangun Harapan

​Tidak sekadar berucap duka, Kang DS langsung menginstruksikan langkah taktis untuk menjamin keselamatan warga lainnya. Musibah ini menjadi pengingat keras akan pentingnya mitigasi di wilayah rawan.

​Beberapa poin penting yang menjadi arahan Bupati dalam kunjungan tersebut antara lain:

  • Evakuasi Prioritas: Enam rumah di zona merah akan segera dikosongkan untuk menghindari longsor susulan.
  • Jaminan Tempat Tinggal: Pemkab Bandung akan membiayai sewa rumah kontrakan selama tiga bulan bagi warga terdampak sembari mencari solusi jangka panjang.
  • Program Rutilahu Khusus: Penyediaan tanah dan pembangunan kembali tiga rumah warga melalui skema Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
  • Mitigasi Alamiah: Instruksi kepada BPBD untuk membangun Tembok Penahan Tanah (TPT) dan penanaman pohon akar wangi guna memperkuat struktur tanah yang labil.
Baca Juga  LALAI DAN IRONI: OKP BK-RI Desak APH Investigasi PLN Leles Garut Terkait Mandegnya Pemindahan Gardu Listrik

​Pesan Kewaspadaan dan Spiritual

​Di akhir kunjungannya, Kang DS menitipkan pesan kepada seluruh Kepala Desa dan BPBD agar terus bersiaga di tengah cuaca ekstrem. Ia mengajak masyarakat untuk memadukan ikhtiar lahiriah dan batiniah.

​”Mari kita tingkatkan kewaspadaan, saling menjaga tetangga, dan jangan putus memohon perlindungan kepada Allah SWT. Semoga musibah ini menjadi yang terakhir, dan para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya sebagai syahid,” pungkasnya.

​Berdasarkan asesmen BPBD, longsor dengan ketinggian 15 meter tersebut dipicu oleh hujan deras yang mengguyur tanah labil. Kini, doa-doa terus mengalir dari tanah Pangalengan untuk dua jiwa suci yang telah beristirahat dengan tenang.

Sumber: Humas Pemkab Bandung / Diskominfo Kab. Bandung

Tinggalkan Balasan