Kritis Terhadap Lingkungan dan Penegakan Hukum
Template Indeks
HUKUM  

Ikhtiar Memuliakan Bumi Intan: Delapan Tokoh Lintas Partai Deklarasikan FK2PMD di Tanah Leluhur Cangkuang

GARUT – Di bawah naungan langit Leles yang teduh, tepat di kawasan bersejarah Candi Cangkuang, sebuah komitmen besar untuk martabat masyarakat Garut lahir. Senin (5/1/2026), delapan putra terbaik Garut yang pernah mengabdi di kursi legislatif berkumpul bukan untuk berpolitik praktis, melainkan untuk sebuah misi kemanusiaan: Membangkitkan Garut dari keterpurukan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Sebuah Keprihatinan yang Menjadi Gerakan

​Kondisi Kabupaten Garut yang menempati peringkat ke-26 dari 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat selama dua dekade terakhir menjadi luka batin bagi para tokoh ini. Di tengah potensi alam yang melimpah, kenyataan bahwa Garut masih terjebak dalam zona daerah tertinggal dan angka kemiskinan ekstrem yang tinggi (Desil 1-5) memicu lahirnya Forum Ketahanan dan Kemandirian Pangan Masyarakat Desa (FK2PMD).

​”Kami prihatin. Sebagai orang yang pernah diamanahi suara rakyat, kami tidak bisa diam melihat saudara-saudara kami masih berjuang di garis kemiskinan ekstrem,” ungkap Deden Sopian (Kang Deden), Ketua Umum FK2PMD dengan nada yang dalam.

Filosofi Air dan Harmoni di Tanah Cangkuang

​Pemilihan Candi Cangkuang sebagai lokasi deklarasi bukanlah kebetulan. Tempat ini adalah simbol harmoni, toleransi, dan kelestarian nilai luhur Sunda. Di sana, air situ yang tenang menjadi pengingat bahwa pangan adalah sumber kehidupan primer yang dianugerahkan Tuhan untuk dijaga.

​FK2PMD berdiri di atas fondasi keberagaman. Delapan inisiatornya berasal dari spektrum politik yang berbeda, namun menyatu dalam satu tujuan:

  • Deden Sopian (Golkar)
  • Dadang Sudrajat (Demokrat)
  • Alit Suherman (PKB)
  • Dede Salahudin (PKS)
  • Taufik & Irwandani (PAN)
  • Ade Husna (PPP)
  • Ade Rijal (Gerindra)

Menjadi Jembatan Solusi, Bukan Oposisi

​Dalam sambutannya yang menyentuh, Kang Deden menegaskan bahwa FK2PMD hadir sebagai bentuk ibadah sosial. Forum ini tidak dirancang menjadi oposisi, melainkan mitra strategis pemerintah untuk mengawal program nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama terkait Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Ketahanan Pangan.

“Pangan adalah pilar kedaulatan. Memastikan perut rakyat terisi dan petani kita mandiri adalah bagian dari memuliakan ciptaan Allah SWT. Kami hadir untuk menyatukan langkah, ide, dan aksi nyata agar kebijakan pusat benar-benar menyentuh akar rumput,” tambah Deden.

Masa Depan: Kedaulatan dari Desa

​FK2PMD bertekad mendorong peningkatan daya beli masyarakat, khususnya buruh tani dan petani kecil yang selama ini menjadi tulang punggung pangan namun seringkali terpinggirkan secara ekonomi. Dengan kajian strategis dan kolaborasi antara akademisi, pengusaha, serta pemerintah, forum ini optimis mampu mendongkrak IPM Garut melalui kemandirian dari desa.

Baca Juga  MENGGUGAT KEADILAN DI TANAH PARAHYANGAN: Ormas GAS Desak Pembersihan Syahwat Mafia Tanah di Jantung Garut

​Deklarasi ini ditutup dengan harapan agar langkah kecil ini menjadi saksi sejarah bangkitnya kembali marwah Kabupaten Garut sebagai daerah yang tidak hanya kaya akan hasil bumi, tetapi juga sejahtera rakyatnya. (***)

Tinggalkan Balasan