Kritis Terhadap Lingkungan dan Penegakan Hukum
Template Indeks
HUKUM  

Opini: Menagih Nyali di Balik Etalase Kios; Menguji Integritas Penegakan Hukum di Cianjur

JABAR ISTIMEWATerinspirasi dari Laporan Utama Redaksi GRANAT Cianjur. Di balik gemerlapnya sudut-sudut jalanan Cianjur, dari sejuknya Cipanas hingga hiruk-pikuk Karangtengah, sebuah ancaman senyap kembali merayap. Bukan lagi rahasia, melainkan luka lama yang kembali menganga: maraknya kios-kios penjual “pil maut” jenis Tramadol dan Hexymer. GRANAT Cianjur, (29/01/2026) WIB.

​Laporan dari DPC Granat Kabupaten Cianjur bukan sekadar deretan kata, melainkan alarm peringatan bagi masa depan generasi. Namun, di tengah keterbukaan informasi ini, muncul sebuah tanya yang menyayat nurani: Mengapa kios-kios ini seolah dibiarkan bernapas lega?
​Pembiaran atau Ketidakberdayaan?
​Ketika masyarakat dengan mudah menunjuk lokasi, namun penindakan tampak berjalan di tempat, publik mulai meraba-raba adanya tabir gelap.

Disinyalir, ada oknum yang sengaja menutup mata. Jika benar demikian, maka penegakan hukum kita sedang berada di titik nadir.

​Ketua Granat Cianjur, Fanpan Nugraha, dengan tegas mengendus adanya “pemain lama” yang kembali turun ke gelanggang. Ini bukan sekadar bisnis kecil-kecilan; ini adalah jaringan sistematis yang berani menantang hukum karena merasa memiliki “perisai” yang tak terlihat.
​Tuntutan Moral BNN: Beranikah Mengungkap? ​Kini, mata publik tertuju pada Badan Narkotika Nasional (BNN). Sebagai garda terdepan, BNN memikul beban moral yang sangat berat. Masyarakat tidak butuh sekadar seremoni pemusnahan barang bukti yang tak seberapa; publik butuh pembuktian bahwa hukum tidak tumpul di hadapan jaringan yang konon memiliki pengaruh.

​Pertanyaannya sederhana namun mendalam:
​”Beranikah BNN membongkar siapa di balik kios-kios ini? Beranikah menyentuh para pelindung jaringan ini demi keadilan yang hakiki?” Penegakan Hukum Bukan Sekadar Retorika ​Cianjur “Zero Narkotika” jangan hanya menjadi slogan indah di spanduk-spanduk protokol. Setiap butir Tramadol yang lolos dari pengawasan adalah satu paku yang mematikan peti mati masa depan anak bangsa.

Baca Juga  ​Mengetuk Pintu Langit, Menagih Janji Bumi: Jeritan Wali Murid SDN 2 Jayamekar Menuntut Keadilan dan Rotasi Kepemimpinan

​Penegakan hukum yang elegan adalah hukum yang tidak pandang bulu. Menyentuh mereka yang merasa tak tersentuh adalah bentuk penghormatan tertinggi terhadap keadilan. Kita tidak boleh membiarkan para pemuda kita teler dalam ketidakpastian sementara para pemain lama tersenyum di balik lindungan oknum.

​Kesimpulan Kita menantikan langkah nyata. Jika aparat tetap bergeming di tengah laporan yang begitu benderang, maka wajar jika publik bertanya: Kepada siapa lagi kami harus mengadu jika keadilan telah digadaikan di balik etalase kios obat terlarang? (Red)

Tinggalkan Balasan