HUKUM

Gema Doa di Balik Jeruji: Saat Perbedaan Bersatu Mengetuk Pintu Langit di Rutan Cipinang

114
×

Gema Doa di Balik Jeruji: Saat Perbedaan Bersatu Mengetuk Pintu Langit di Rutan Cipinang

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Di saat hiruk-pikuk perayaan akhir tahun mulai terasa di sudut-sudut kota, sebuah pemandangan menyejukkan justru hadir dari balik dinding kokoh Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Cipinang. Selasa (30/12/2025), jeruji besi seolah luruh oleh hangatnya toleransi dalam gelaran Doa Lintas Agama: Refleksi 2025 & Harapan 2026.

​Bukan sekadar seremoni, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa jeruji hanya membatasi ruang gerak, bukan membatasi iman dan rasa cinta pada tanah air.

Satu Langit, Tiga Rumah Ibadah, Satu Tujuan

​Suasana khidmat menyelimuti tiga rumah ibadah sekaligus: Masjid Nurul Iman, Gereja Galilea, dan Vihara Dhamma Bodhi. Di bawah atap yang berbeda namun dengan satu tujuan mulia, para petugas dan warga binaan larut dalam kekhusyukan.

​Gema zikir, nyanyian pujian, dan bait-bait doa terdengar bersahutan, menciptakan simfoni harmoni yang jarang ditemukan. Momen ini bukan hanya soal ritual, tapi tentang manusia-manusia yang sedang berusaha memperbaiki diri dan memohon keselamatan bagi bangsa Indonesia di tahun yang baru.

​”Di sini, kami belajar bahwa perbedaan bukan pemisah. Saat kami berdoa bersama, kami adalah satu bangsa yang punya harapan yang sama untuk masa depan yang lebih baik,” ujar salah satu warga binaan dengan mata berkaca-kaca.

Kepemimpinan yang Humanis

​Hadir mewakili Kepala Rutan Kelas I Cipinang, I Gusti Lanang, Kepala Seksi Pelayanan Tahanan, Rizal Surya Syaputra, menekankan pentingnya energi positif dalam menyongsong tahun 2026. Beliau hadir didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Purwo Aji Prasetyo, dan Kasubsi BHPT, Boyke Heru Franscoissa.

​Kehadiran para pejabat struktural ini memberikan pesan kuat: bahwa pembinaan di Rutan Cipinang kini lebih dari sekadar pengawasan fisik, melainkan sentuhan spiritual yang inklusif dan humanis.

Baca Juga  Dekapan Duka Kang DS untuk Pangalengan: Menjemput Syahid Dua Malaikat Kecil di Mekarsari

Komitmen Menuju 2026

​Rutan Cipinang menutup tahun 2025 dengan sebuah janji untuk terus menjadi wadah pembinaan yang memanusiakan manusia. Melalui momentum ini, diharapkan:

  • Persatuan yang Kokoh: Menghilangkan sekat antar golongan di dalam rutan.
  • Transformasi Diri: Menjadikan doa sebagai motor penggerak perubahan perilaku warga binaan.
  • Pelayanan Inklusif: Komitmen Rutan Cipinang untuk melayani tanpa memandang latar belakang.

​Semangat dari Rutan Cipinang ini menjadi pengingat bagi kita semua di luar sana: Jika di balik jeruji saja kedamaian dan toleransi bisa tumbuh subur, mengapa kita yang bebas tidak bisa melakukan hal yang sama?

Pewarta : Dedy Mulyadi, ST
Uploader : Admin 1
Copyright @ KONTEN 88 (30/12/2025)

Tinggalkan Balasan