
Redaksi Opini
Di tengah hiruk-pikuk panggung politik nasional yang seringkali terjebak dalam “sandiwara” kekuasaan, muncul sebuah harapan dari tanah Pasundan. Sosok Kang Dedi Mulyadi (KDM), yang akrab disapa “Bapa Aing” oleh rakyatnya, hadir bukan sekadar sebagai figur administratif, melainkan sebagai pemimpin yang membawa ruh spiritualitas dalam pembangunan. KDM dikenal konsisten membangun Sumber Daya Manusia (SDM) dan moral bangsa dengan pendekatan yang melampaui nalar birokrasi biasa—sebuah kepemimpinan yang menyentuh akar budaya dan hati nurani.
Antara Profit dan Keberkahan
Bagi para investor, baik dari dalam negeri maupun dari pusat-pusat finansial dunia seperti Tokyo, Seoul, hingga Eropa, Jawa Barat kini bukan sekadar koordinat geografis yang menguntungkan. Di bawah visi besar yang mengintegrasikan kearifan lokal dengan modernitas, investasi di Jawa Barat adalah investasi pada masa depan kemanusiaan.
Rudy Ugt, Ketua OKP Barisan Kepemudaan Republik Indonesia (BK-RI), menekankan bahwa hadirnya investor di Jawa Barat, khususnya melalui momentum peluncuran Kawasan Ekonomi Koridor REBANA, harus menjadi katalis bagi perubahan nasional.
”Kita butuh perubahan nyata. Selama ini, dari pusat hingga pelosok desa, kebijakan seringkali hanya menjadi pajangan. Kita butuh pemimpin yang berani membedah mampetnya urat nadi program kepemudaan,” tegas Rudy.
Ia menyoroti pentingnya implementasi UU No. 40/2009 tentang Kepemudaan dan PP No. 41/2011. Baginya, pembangunan fisik di REBANA harus berjalan beriringan dengan pembangunan pemuda melalui Dispora hingga ke tingkat desa, menciptakan wirausaha muda yang mandiri dan berkarakter.
Simfoni Ekonomi di Jawa Barat Utara
Peluncuran Koridor REBANA yang mencakup tujuh wilayah strategis (Sumedang, Majalengka, Subang, Indramayu, Kuningan, Cirebon, dan Kota Cirebon) merupakan langkah besar menuju pemerataan kesejahteraan. Kabupaten Sumedang, dengan Industrialpolis Buahdua, Ujungjaya, Tomo (Butom), kini resmi menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi di kawasan barat.
Mengapa Investor Harus Menoleh ke REBANA & Sumedang?
- Infrastruktur Terintegrasi: Terkoneksi langsung dengan jalan tol utama, pelabuhan internasional, dan jalur kereta api.
- Kepastian Hukum & Insentif: Pemerintah Provinsi memberikan karpet merah berupa insentif pajak, percepatan perizinan satu pintu, dan jaminan keamanan berinvestasi.
- Ekosistem Berkelanjutan: Pembangunan tidak hanya soal pabrik, tapi juga green area, riset dan pengembangan, serta pemukiman yang layak bagi pekerja.
Membangun dengan Hati
Gubernur Jawa Barat menekankan bahwa pembangunan REBANA adalah bentuk ikhtiar untuk menghapuskan kesenjangan regional. Dalam pandangan religi, pemimpin adalah pelayan rakyat yang bertanggung jawab menciptakan keadilan sosial. Dengan menggeser pusat pertumbuhan ekonomi ke wilayah utara dan barat, pemerintah sedang menjalankan mandat langit untuk menyejahterakan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
”Kami telah menyiapkan segala sesuatunya. Sumedang siap menyambut dunia,” ujar Bupati Sumedang dalam seremoni penandatanganan kesepakatan yang dihadiri jajaran kepala daerah se-REBANA.
Mengetuk Pintu Hati Investor
Kepada para pemegang modal, Jawa Barat menawarkan lebih dari sekadar angka Return on Investment (ROI) yang menggiurkan. Kami menawarkan sebuah kemitraan dalam membangun peradaban. Di bawah naungan pemimpin yang tangguh menghadapi tantangan moral bangsa, investasi Anda akan menjadi bagian dari sejarah bangkitnya pemuda pelosok desa dan tegaknya ekonomi nasional yang bersih dari keserakahan.
Mari menjadi bagian dari transformasi besar ini. Masa depan Indonesia ada di sini, di tanah yang diberkati, di jantung Jawa Barat. (Red)