Kritis Terhadap Lingkungan dan Penegakan Hukum
Template Indeks
HUKUM  

Menjaga Amanah Bumi, Menegakkan Marwah Regulasi: Ketegasan Bupati Rudy Susmanto di Babakan Madang

KABUPATEN BOGOR – Pemimpin yang bijak adalah ia yang memandang alam bukan sekadar objek pembangunan, melainkan titipan Tuhan yang harus dipertanggungjawabkan. Semangat inilah yang terpancar saat Bupati Bogor, Rudy Susmanto, memimpin Apel Gabungan Ketertiban dan Pengelolaan Lingkungan di Kecamatan Babakan Madang, Rabu (4/2/26).

​Di bawah langit Bogor, Bupati Rudy menegaskan bahwa menjaga lingkungan adalah manifestasi dari rasa syukur dan ibadah. Melalui target penanaman minimal satu hektar hutan di setiap kecamatan, ia mengajak seluruh elemen untuk kembali ke jati diri bangsa: Gotong Royong.

​Sinergi Infrastruktur dan Keberlanjutan Lingkungan

​Bupati menekankan bahwa pembangunan jalan—mulai dari Bojonggede-Kemang hingga Parung—harus berjalan selaras dengan kelestarian alam. Baginya, beton yang kokoh tidak akan berarti jika saluran air tersumbat dan pohon-pohon hilang.

​”Tahapan sudah dimulai. Pemerintah Kabupaten akan bergerak cepat, namun tetap berdiri tegak di atas koridor peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Rudy.

​Menjaga Amanah: Sanksi Bagi Pembangkangan

​Dibalik pendekatan persuasif dan religiusnya, Bupati Rudy Susmanto mengirimkan pesan kuat terkait Penegakan Hukum dan Disiplin Aparatur. Ia tidak akan menoleransi adanya kelalaian atau “pembangkangan” dari bawahannya dalam menjalankan program lingkungan dan pelayanan publik ini.

​Ketegasan pimpinan menjadi kunci. Bupati mengisyaratkan bahwa setiap jajaran dari tingkat Dinas hingga Desa harus memiliki ritme kerja yang sama. Bagi mereka yang tidak sejalan dengan visi perlindungan lingkungan atau menghambat percepatan pembangunan demi kepentingan pribadi, sanksi administratif dan hukum siap ditegakkan tanpa pandang bulu.

​Menyambut Ramadan dengan Lingkungan Bersih

​Program penanaman pohon di sekolah-sekolah, fasilitas publik, hingga penataan hutan kota di Stadion Pakansari merupakan upaya “bersih-bersih” lahir dan batin menjelang bulan suci Ramadan.

Baca Juga  Bupati Garut Pasang Badan: 70 Ribu Warga Dicoret dari PBI, Pelayanan Kesehatan Tak Boleh Berhenti!

​”Kita ingin masyarakat beribadah dengan nyaman, tanpa bayang-bayang ancaman banjir. Ini adalah bentuk pengabdian kita kepada rakyat dan Sang Pencipta,” tambahnya.

Analisis Singkat:

Berita ini menonjolkan sisi leadership yang seimbang: lembut dalam pendekatan (religius/gotong royong) namun keras dalam prinsip (penegakan hukum/sanksi). Ini membangun citra Bupati sebagai sosok yang “Peduli namun Berwibawa”.

Liputan Khusus Berita Eklusif Jurnalis Media Cyber BK’RI Yhudistira Kepala Kabiro Bogor

Tinggalkan Balasan