
GARUT – Di balik kabut pagi yang menyelimuti perbukitan Kecamatan Sukaresmi, sebuah narasi besar tentang kemanusiaan dan keadilan sosial sedang dirajut. Mengawali kalender 2026, STIKes Karsa Husada Garut kembali menegaskan khitahnya melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD).
Namun, KKN kali ini bukan sekadar rutinitas akademik. Dibuka secara resmi sejak 30 Desember 2025, program ini membawa misi suci: “1000 Hari Pertama Kehidupan”. Sebuah ikhtiar langit untuk menjaga masa depan generasi bangsa melalui jemari para mahasiswa.
Desa yang Memberi Makan, Namun Terlupakan
Senin (5/1/2026), suasana Desa Sukalilah tampak berbeda. Sebanyak 60 mahasiswa telah bersiap melakukan aksi promotif dan preventif kesehatan. Namun, penerimaan mereka bukan sekadar seremoni. Kepala Desa Sukalilah, Asep Haris, menyambut mereka dengan untaian kalimat yang menggetarkan nurani, sebuah refleksi mendalam tentang posisi desa dalam struktur hukum dan sosial negara.
Dalam pesannya, Asep Haris mengungkapkan sebuah realitas pahit yang selama ini tersembunyi di balik jargon pembangunan.
”Desa memberi makan negeri ini dengan beras, sayur, dan keringat petani. Namun ironis, desa sering terpinggirkan dalam kebijakan, tertinggal dalam pembangunan, dan bahkan dijadikan bahan ejekan di media sosial,” ungkapnya dengan nada getir namun berwibawa.
Menegakkan Keadilan Melalui Tri Dharma
Pesan Asep Haris bukan sekadar sambutan, melainkan sebuah tuntutan etis dan hukum. Ia mengingatkan bahwa kehadiran mahasiswa adalah wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi. Baginya, desa tidak butuh belas kasihan (charity), melainkan keadilan dan keberpihakan.
Aspek “Penegakan Hukum” dalam konteks ini diterjemahkan sebagai penegakan hak-hak dasar warga desa atas kesehatan dan martabat. Mahasiswa ditantang untuk membuktikan apakah ilmu yang mereka pelajari di ruang kuliah mampu menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini “diremehkan” oleh sistem.
Sentuhan Religius dan Kemanusiaan
Program yang akan berlangsung selama dua minggu di bulan Januari 2026 ini berfokus pada peningkatan kapasitas kader kesehatan. Secara religius, upaya menjaga “1000 Hari Pertama Kehidupan” adalah bentuk memuliakan amanah Tuhan atas nyawa manusia.
”Kami hanya berharap satu hal: lihat desa dengan hormat, dengarkan masyarakat dengan hati, dan bekerjalah dengan ketulusan,” tambah Asep Haris.
Sebuah Pertanyaan Besar bagi Kita:
Akankah kehadiran 60 calon tenaga kesehatan ini mampu mengikis stigma negatif terhadap desa? Ataukah pengabdian ini hanya akan menjadi angka-angka di atas kertas laporan?
Satu yang pasti, di tanah Sukalilah, para mahasiswa tidak hanya sedang belajar tentang medis, mereka sedang belajar tentang kebenaran. Mereka sedang diajarkan untuk membawa pulang empati dan kesadaran bahwa desa adalah akar kehidupan yang harus dijaga dengan komitmen hukum dan moral yang kuat.
Penulis: Team Redaksi
Lokasi: Desa Sukalilah, Sukaresmi, Garut.