HUKUM

Pulang yang Tak Pernah Sampai: Tragedi di Balik Kokohnya Tembok Jatinangor

139
×

Pulang yang Tak Pernah Sampai: Tragedi di Balik Kokohnya Tembok Jatinangor

Sebarkan artikel ini

SUMEDANG – Sore itu, langit di Desa Cisempur sebenarnya nampak seperti biasa. Namun, di sebuah sudut proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) kawasan Mini Soccer Sakghan Boutique, maut datang tanpa permisi. Jumat (2/1/2026), menjadi saksi bisu perjuangan enam pahlawan keluarga yang terkubur bersama impian mereka di bawah reruntuhan tebing setinggi enam meter.

​Detik-Detik yang Menghentikan Waktu

​Sekitar pukul 15.00 WIB, saat peluh masih membasahi kening, gemuruh tiba-tiba memecah kesunyian Dusun Wates. Tanpa aba-aba, dinding tanah yang sedang mereka perkuat justru berbalik arah menjatuhkan beban ribuan ton.

​Enam pekerja yang tengah bertaruh peluh di dasar fondasi tak sempat menghindar. Dalam hitungan detik, tawa dan suara denting cangkul berganti sunyi yang mencekam.

​Antara Mukjizat dan Duka Mendalam

​Keajaiban menyelinap di tengah kepanikan warga. Satu orang pekerja berhasil ditarik dari dekapan tanah, selamat dengan luka dan trauma yang mungkin takkan pernah hilang dari ingatannya. Namun, takdir berkata lain bagi lima rekannya.

​Meski warga bahu-membahu menggali dengan alat seadanya sebelum Tim SAR gabungan tiba, semesta seolah punya rencana berbeda. Kelima pekerja tersebut mengembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian, tertimbun material longsoran yang seharusnya mereka taklukkan.

​”Mereka bukan sekadar pekerja. Mereka adalah ayah, anak, dan tulang punggung yang sedang menjemput rezeki halal untuk orang tercinta di rumah,” ujar salah seorang warga dengan mata berkaca-kaca.

​Evakuasi di Bawah Bayang-Bayang Kesedihan

​Proses evakuasi berlangsung dramatis. Personel TNI, Polri, Basarnas, dan para relawan bekerja melawan waktu dan kondisi tanah yang masih labil. Isak tangis pecah saat satu per satu tubuh kaku dievakuasi menuju ambulans. Kini, lokasi kejadian telah disterilisasi oleh pihak berwenang guna menyelidiki penyebab pasti runtuhnya tebing dan mengevaluasi standar keselamatan kerja di area tersebut.

Baca Juga  Ujian Langit di Tanah Pasundan: Menanti Ketukan Nurani Presiden dan Para Pemimpin demi Senyum Miranti

​Pesan Kemanusiaan: Keselamatan di Atas Segalanya

​Tragedi ini menjadi pengingat pahit bagi kita semua bahwa di balik megahnya gedung atau kokohnya tembok yang berdiri, ada nyawa yang dipertaruhkan. Jatinangor hari ini berduka, bukan hanya karena kehilangan warganya, tapi karena pengingat akan mahalnya harga sebuah keselamatan kerja.

​Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan melampaui batas kesabaran.

Pewarta : Amad Ma’muri, SH
Uploader : Admin 1
Copyright © KONTEN 88 (02/01/12:11)

Tinggalkan Balasan