
BOGOR – Ada yang berbeda dengan wajah Puncak di pengujung tahun 2025 ini. Jika biasanya malam pergantian tahun identik dengan deru mesin dan kemacetan yang melelahkan fisik, kali ini Polres Bogor mengajak kita semua untuk menjemput tahun 2026 dengan cara yang lebih teduh melalui kebijakan Car Free Night (CFN).
Di balik aspal yang akan dikosongkan dari kendaraan mulai 31 Desember 2025 pukul 18.00 WIB hingga 1 Januari 2026 pukul 06.00 WIB, tersimpan sebuah pesan tak tersirat: Mungkin ini saatnya kita berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia.

Muhasabah di Jalur Sunyi
Kebijakan ini bukan sekadar soal rekayasa lalu lintas. Bagi banyak orang, keheningan Jalur Puncak di malam tahun baru adalah momen langka untuk melakukan muhasabah (evaluasi diri). Tanpa kepulan asap knalpot di sepanjang jalur legendaris ini, langit Bogor diharapkan menjadi saksi bisu bagi mereka yang ingin merenung, mensyukuri napas yang masih tersisa, dan memanjatkan doa-doa terbaik untuk masa depan.
”Ini bukan tentang menutup jalan, tapi membuka ruang bagi kenyamanan dan keselamatan,” ujar salah satu petugas. Sebanyak 72 personel gabungan (Sat Lantas, Dishub, Sat Pol PP, dan Samapta) akan berjaga bak ‘penjaga malam’ di enam titik penyekatan utama:
- SPBU Patung Ayam
- Sp. Pasir Angin
- Sp. Megamendung
- Sp. Lokawiratama
- Sp. Taman Safari
- Gunung Mas
Ujian Kesabaran: Penyekatan Berjenjang
Netizen mulai ramai memperbincangkan jadwal penyekatan yang cukup ketat. Bagi Anda yang berencana melintas, catat jadwal “uji kesabaran” berikut:
- Kendaraan Roda 4: Disekat mulai pukul 21.00 s.d. 02.00 WIB.
- Kendaraan Roda 2: Disekat mulai pukul 22.00 s.d. 00.30 WIB.
Bagi mereka yang terjebak atau tetap ingin menuju Cianjur/Bandung, petugas mengarahkan untuk melalui jalur alternatif via Sukabumi atau rute Jonggol – Cariu. Sebuah perjalanan yang mungkin lebih jauh secara jarak, namun menawarkan pemandangan alam yang mengingatkan kita akan keagungan Sang Pencipta.
Siaga di Balik Keindahan Alam
Puncak tetaplah Puncak dengan segala misteri alamnya. Menyadari potensi bencana yang bisa datang kapan saja, alat berat telah disiagakan di Simpang Gadog dan Gunung Mas sebagai antisipasi longsor. Ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa di balik kemeriahan, manusia tetaplah kecil di hadapan kekuatan alam.
Sementara itu, di Lingkar Pakansari, skenario serupa disiapkan. Lingkar dalam akan menjadi ‘shaf’ parkir yang rapi, sementara lingkar luar menjadi jalur perlintasan yang mengalir.
Sebuah Pertanyaan Untuk Kita Semua:
Akankah malam tanpa kendaraan ini membuat kita lebih dekat dengan diri sendiri dan Sang Pencipta, ataukah kita justru semakin merasa kehilangan arah saat mesin-mesin berhenti menderu?
Pastikan perjalanan Anda terencana, tetap jaga ibadah di tengah perjalanan, dan utamakan keselamatan di atas segalanya.
Pewarta : Yudhistira
Uploader : Admin 1
Copyright © KONTEN 88 (28/12//10:42)








