JABAR ISTIMEWA – Belakangan ini, sebuah narasi inspiratif tengah viral dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Di tengah skeptisisme sebagian orang mengenai relevansi pendidikan di usia yang tak lagi muda, sebuah gerakan nyata mendobrak stigma tersebut. Menempuh pendidikan tinggi di usia jenjang atau masa tua kini bukan lagi sekadar pilihan alternatif, melainkan solusi strategis untuk menjawab tantangan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni di Indonesia.Salah satu motor penggerak cerita inspiratif ini adalah Rohadi, atau yang akrab disapa Rudy UGT.
Sebagai Mahasiswa Baru Ajaran 2026-2027 Semester 1 Akademi Jurnalis Media Cyber BK-RI, Rudy yang juga bernaung di bawah Barisan Kepemudaan Republik Indonesia (BK-RI), membuktikan bahwa semangat belajar tidak mengenal batas usia maupun jarak.Seruan Menggugah untuk Regenerasi MudaMelalui langkah nyatanya, Rudy UGT secara aktif mengajak rekan-rekan dan seluruh kaderisasi Barisan Kepemudaan Republik Indonesia untuk kembali menata masa depan. Ia menekankan pentingnya penguasaan ilmu, khususnya di bidang hukum dan sektor-sektor strategis lainnya.”Bagi yang masih meraih mimpi, ayo kita belajar lebih giat di bidang Ahli Hukum dan atau di bidang lainnya. Ini semua guna merajut SDM yang lebih mumpuni demi perubahan Indonesia ke depan yang lebih baik,” ujar Rudy dengan penuh semangat.Ajakan ini bukan tanpa dasar. Rudy memberikan perhatian khusus pada regenerasi muda usia 16-30 tahun, sesuai dengan mandat UU No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan.
Baginya, masa muda dan kesempatan hidup di masa tua harus diisi dengan peningkatan kapasitas diri agar mampu menjadi pilar perubahan bangsa.Flexibilitas Universitas Terbuka: Kuliah Tanpa Batas RuangDalam menjawab tantangan tersebut, Universitas Terbuka (UT) hadir sebagai solusi konkret. Sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang menerapkan sistem belajar jarak jauh, UT memangkas segala kendala geografis dan waktu yang sering menjadi momok bagi masyarakat yang ingin kuliah sambil bekerja atau yang sudah berusia lanjut.
Seluruh proses layanan administrasi akademik dan pembelajaran di UT telah dimediasi oleh teknologi canggih berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT).Tanpa Tatap Muka Wajib: Mahasiswa dapat mengakses materi kuliah dan mengurus administrasi dari rumah.Fleksibel & Mandiri: Cocok untuk pekerja, aktivis organisasi seperti kader BK-RI, hingga masyarakat umum.SALUT: Menghadirkan “Sentuhan Kemanusiaan” di Era DigitalMeski berbasis digital, UT memahami bahwa interaksi sosial dan bimbingan langsung tetap menjadi kebutuhan dasar psikologis mahasiswa. Untuk menjembatani hal tersebut, UT menghadirkan SALUT (Sentra Layanan Universitas Terbuka).
SALUT berfungsi sebagai kepanjangan tangan teknis operasional dari UT Daerah yang membawa kampus lebih dekat ke masyarakat di tingkat kabupaten atau kota.
Fungsi Utama SALUTDampak Nyata Bagi MahasiswaAkses Lebih DekatMemangkas jarak geografis antara mahasiswa dengan kantor layanan UT.
Sentuhan KemanusiaanFasilitas untuk berdiskusi, bertemu tutor, mengatasi kendala, dan bersosialisasi.Penetrasi MasyarakatMengenalkan UT ke berbagai lapisan masyarakat demi meningkatkan angka partisipasi kuliah.
Melalui sinergi antara semangat belajar yang ditunjukkan oleh figur seperti Rudy UGT dan kemudahan sistem pendidikan yang ditawarkan oleh UT melalui SALUT, mata rantai keterbatasan pendidikan di Indonesia perlahan mulai terputus. Pilihan untuk terus belajar di usia berapa pun kini terbukti menjadi solusi nyata demi Indonesia Emas yang lebih cerdas dan berkarakter. (Rudy)












