
Jakarta – Dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara, menjaga lisan dan perbuatan adalah cerminan dari iman. Seiring dengan perkembangan zaman, medan dakwah dan interaksi kita telah berpindah ke ruang digital. Namun, kebebasan berekspresi di platform seperti YouTube, TikTok, WhatsApp, dan Instagram bukanlah tanpa batas.
Pendiri Barisan Kepemudaan Republik Indonesia (BK-RI) memberikan imbauan yang menyejukkan sekaligus tegas:
“Hendaknya setiap insan waspada dan bijak dalam menyebarkan informasi. Jangan sampai jempol kita melampaui kearifan hati, sehingga kita terjebak dalam jerat hukum akibat ulah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.”
Sebagai bagian dari edukasi untuk melindungi masyarakat, penting bagi kita untuk memahami Transisi Hukum Pidana dari KUHP lama (WvS) menuju KUHP Baru (UU No. 1 Tahun 2023). Memahami hukum adalah bagian dari ikhtiar kita untuk hidup rukun dan taat aturan.
Daftar Perubahan Pasal Penting dalam KUHP Baru
Berikut adalah ringkasan perbandingan pasal-pasal yang sering bersentuhan dengan kehidupan sehari-hari:
| Perihal Pelanggaran / Tindak Pidana | KUHP Lama | KUHP Baru |
|---|---|---|
| Daluwarsa Aduan | Pasal 74 | Pasal 29 |
| Percobaan Tindak Pidana | Pasal 53 | Pasal 17 & 18 |
| Penyertaan (Turut Serta) | Pasal 55 & 56 | Pasal 20 & 21 |
| Nebis In Idem | Pasal 76 | Pasal 132 ayat (1) a |
| Daluwarsa Penuntutan | Pasal 78 | Pasal 136 |
| Definisi Anak (Usia 18 Tahun) | – | Pasal 150 |
| Masuk Pekarangan Tanpa Hak | Pasal 167 | Pasal 257 |
| Kekerasan Bersama (Pengeroyokan) | Pasal 170 | Pasal 262 |
| Perintangan Penyidikan | Pasal 221 | Pasal 278 |
| Laporan/Pengaduan Palsu | Pasal 220 | Pasal 361 |
| Keterangan Palsu di Atas Sumpah | Pasal 242 | Pasal 373 |
| Perzinaan & Kohabitasi (Kumpul Kebo) | Pasal 284 | Pasal 411, 412 & 413 |
| Perjudian | Pasal 303 | Pasal 426 & 427 |
| Pencemaran Nama Baik & Fitnah | Pasal 310 & 311 | Pasal 433 & 434 |
| Pembunuhan | Pasal 338 – 340 | Pasal 458 – 462 |
| Penganiayaan | Pasal 351 – 356 | Pasal 466 – 470 |
| Pencurian | Pasal 362 – 365 | Pasal 476 – 479 |
| Penipuan | Pasal 378 | Pasal 492 – 494 |
| Penyalahgunaan Narkotika | UU No. 35/2009 | Pasal 609 & 610 |
Pesan Penutup
Hukum dunia diciptakan untuk keteraturan, namun hukum nurani adalah panduan utama. Mari kita jadikan media sosial sebagai ladang amal jariyah dengan menyebarkan kebaikan, bukan menjadi sumber fitnah atau perselisihan yang berujung pada konsekuensi hukum.
Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita menjadi warga negara yang cerdas hukum dan mulia akhlaknya.
“Sampaikanlah kebenaran meski satu ayat, dan saringlah informasi sebelum membagikan.” (Red)