Garut, 20 Juni 2026 – Di tengah tantangan ekonomi yang kian dinamis, komitmen pelayanan publik yang prima kembali ditunjukkan oleh Pemerintah Desa Depok, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut. Pada Sabtu (20/6/2026), bertempat di aula desa, diselenggarakan penyaluran bantuan pangan beras Badan Urusan Logistik (Bulog) tahap terbaru bagi ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) prasejahtera.
Penyaluran ini bukan sekadar rutinitas birokrasi. Di bawah komando langsung Kepala Desa Depok, Abin, kegiatan ini bertransformasi menjadi wujud nyata dari integrasi antara ketaatan regulasi, dedikasi tanpa batas, dan tanggung jawab moral seorang pemimpin.
Taat Regulasi, Jaga Akuntabilitas
Bagi Abin, mengawal jalannya birokrasi dan bantuan sosial harus berpijak kokoh pada aturan yang berlaku. Penyaluran bantuan beras ini dilakukan dengan pengawasan ketat untuk memastikan kesesuaian dengan instrumen hukum dan data terpadu kesejahteraan sosial yang valid.
”Kami bergerak di atas koridor hukum. Regulasi mengamanatkan bahwa bantuan ini harus transparan, akuntabel, dan tanpa potongan sepeser pun. Memastikan ketepatan sasaran (by name by address) adalah bentuk kepatuhan kami terhadap hukum negara,” tegas Abin di sela-sela pemantauan kegiatan.
Dedikasi dan Tanggung Jawab: Hadir di Garis Depan
Menerjang keterbatasan dan tantangan geografis khas wilayah Garut, Abin memilih untuk tidak sekadar duduk di belakang meja. Ia memimpin langsung proses pendistribusian, memeriksa kualitas beras, hingga menyapa satu per satu warga yang mengantre dengan tertib.
Kehadirannya di garis depan mencerminkan tanggung jawab penuh seorang kepala daerah tingkat desa. Baginya, memastikan warga prasejahtera mendapatkan haknya dengan pelayanan yang humanis dan bermartabat adalah prioritas utama.
Pemberian Berbasis Nilai Religi
Lebih dari sekadar menjalankan tugas kedinasan, Abin memandang jabatan dan penyaluran bantuan ini melalui kacamata spiritual yang mendalam. Baginya, melayani masyarakat adalah bagian dari manifestasi ibadah dan amanah yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Sang Pencipta.
“Bantuan pangan ini adalah rezeki dari Allah SWT yang dititipkan melalui jalur pemerintah. Kami di pihak desa hanyalah perantara. Oleh karena itu, jika kami tidak amanah, dosanya bukan hanya kepada sistem negara, tetapi langsung kepada Tuhan dan masyarakat yang kelaparan,” ungkap Abin dengan nada menyentuh.
Harapan dan Semangat Gotong Royong
Melalui sinergi yang apik antara perangkat desa, babinsa, bhabinkamtibmas, dan tokoh masyarakat, penyaluran beras Bulog di Desa Depok berjalan dengan sangat kondusif.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, Pemerintah Desa Depok berharap bantuan pangan tersebut dapat meringankan beban dapur masyarakat prasejahtera secara signifikan. Lebih jauh lagi, momentum ini diharapkan dapat terus memupuk nilai-nilai luhur religi, memperkuat kepedulian sosial, serta menjaga semangat gotong royong dalam membangun kesejahteraan bersama di Desa Depok.(Pendi)












