RAGAM

Suara dari Jawa Barat: Rudy UGT Desak Menteri Pertanian Prioritaskan Sarana Air bagi Petani Kecil

1
×

Suara dari Jawa Barat: Rudy UGT Desak Menteri Pertanian Prioritaskan Sarana Air bagi Petani Kecil

Sebarkan artikel ini

JABAR ISTIMEWA – Di tengah tantangan perubahan iklim yang kian dinamis, Ketua Barisan Kepemudaan Republik Indonesia (BK-RI) DPD Provinsi Jawa Barat, Rudy UGT, menyampaikan pesan edukatif sekaligus motivasi bagi pemerintah pusat. Ia meminta Menteri Pertanian untuk lebih peka terhadap realita di lapangan, terutama mengenai kebutuhan vital akan sarana dan prasarana pengairan yang berpihak pada masyarakat kecil.

​Rudy menekankan bahwa kedaulatan pangan tidak akan tercapai tanpa keberpihakan nyata pada infrastruktur air. Menurutnya, petani seringkali harus berjuang sendiri mencari sumber kehidupan bagi tanaman mereka, bahkan dengan cara-cara tradisional yang diwariskan turun-temurun.

Inovasi dan Kearifan Lokal: Menjemput Sumber Air

​Sebagai bentuk dukungan moral kepada para petani yang sedang berjuang melawan kekeringan, Rudy UGT membagikan wawasan teknis mengenai pencarian sumber air yang efektif, memadukan antara kearifan lokal (empiris) dan teknik geologi.

1. Metode Dowsing: Intuisi dan Tradisi

​Banyak petani di Jawa Barat masih menggunakan metode Tongkat Tembaga (L-Rods). Meski bersifat empiris, teknik ini membuktikan bahwa intuisi dan kedekatan manusia dengan alam bisa menjadi kompas awal.

  • Cara Kerja: Memegang dua batang tembaga berbentuk “L” secara sejajar sambil berjalan perlahan.
  • Indikasi: Persilangan kedua batang dipercaya menandakan adanya “urat bumi” atau aliran air di bawah tanah.

2. Menuju Kemandirian: Sumur Artesis Tanpa Pompa

​Rudy mendorong pemerintah untuk membantu petani membangun Sumur Artesis, di mana air dapat keluar sendiri tanpa beban biaya listrik atau bbm pompa. Hal ini sangat bergantung pada tekanan hidrostatik alami.

  • Syarat Utama: Pengeboran harus menembus lapisan kedap air (lempung) hingga mencapai akuifer tertekan.
  • Lokasi Strategis: Wilayah kaki bukit dan lembah memiliki potensi besar karena posisi mulut sumur berada di bawah Piezometric Level.

Pesan untuk Kementerian Pertanian

​Rudy UGT menegaskan bahwa kunjungan kerja pejabat ke daerah harus menghasilkan solusi konkret bagi sarana pertanian.

​”Kami di BK-RI Jabar berharap Menteri Pertanian tidak hanya melihat data di atas kertas. Lihatlah bagaimana petani kita bertaruh nasib dengan mengebor tanah hingga puluhan meter demi setetes air. Dukungan alat bor Deep Well dan pemetaan akuifer harus menjadi prioritas bantuan,” tegas Rudy.

Tips bagi Petani dalam Persiapan Lahan

​Untuk meminimalisir kegagalan saat mencari sumber air, Rudy membagikan tiga langkah praktis:

  1. Analisis Lingkungan: Lakukan riset kecil dengan mengecek keberadaan sumur artesis di lahan tetangga. Jalur akuifer biasanya mengikuti pola geologis yang sama.
  2. Momentum Pengeboran: Lakukan pengeboran di puncak musim kemarau. Jika air ditemukan pada saat tersulit, maka keberlanjutan air saat musim hujan akan jauh lebih terjamin.
  3. Etika Lingkungan: Pastikan pengeboran skala besar tetap menjaga keseimbangan lingkungan agar tidak mengeringkan sumur dangkal milik warga sekitar.
Baca Juga  Menjaga Marwah Moralitas: Dugaan Pelanggaran Etika Digital Oknum ASN di Garut Menjadi Sorotan

Motivasi:

Pertanian bukan sekadar bercocok tanam, melainkan cara kita memuliakan bumi. Dengan perhatian khusus dari pemerintah dan semangat inovasi dari pemuda serta petani, Jawa Barat tetap akan menjadi lumbung pangan yang tangguh.

Mari Beraksi, Wujudkan Kedaulatan Air untuk Petani Indonesia! (Rudy UGT)

Tinggalkan Balasan