
BANDUNG – Kabar mengejutkan mengenai Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Bekasi, Ade Kuswara, mengundang keprihatinan mendalam dari pimpinan tertinggi Jawa Barat. Di tengah suasana khidmat di GBI Baranangsiang, Kota Bandung, Jumat (19/12) malam, Gubernur Dedi Mulyadi memberikan tanggapan yang sarat akan nilai integritas dan penghormatan terhadap proses hukum.
Menunggu Ketetapan di Balik Tabir Keadilan
Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa dalam sistem hukum yang beradab, azas praduga tak bersalah harus tetap dijunjung tinggi sembari menunggu transparansi dari lembaga antirasuah.
”Kami menunggu pernyataan resmi. Sampai hari ini belum ada pernyataan definitif terkait perkara tersebut,” tutur Dedi dengan nada tenang namun tegas kepada awak media.
Persahabatan yang Dibatasi oleh Prinsip Kepatutan
Secara manusiawi, Dedi mengakui adanya kedekatan emosional dengan Ade Kuswara. Keduanya dikenal memiliki frekuensi yang sama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan upaya normalisasi sungai untuk memanusiakan wilayah Bekasi yang selama ini terkesan kumuh. Namun, bagi Dedi, kedekatan personal tidak boleh melampaui batas-batas hukum dan etika pemerintahan.
Dedi mengungkapkan bahwa dalam setiap kesempatan, ia telah menjalankan fungsi pembinaan sebagai pemimpin yang religius—selalu mengingatkan bawahannya tentang pentingnya menjaga amanah rakyat agar tidak tergelincir dalam perbuatan yang bertentangan dengan syariat dan konstitusi.
”Selama ini jika bertemu, saya selalu mengingatkan agar memegang teguh prinsip kepatutan. Jangan ada hal yang bertentangan dengan moralitas jabatan,” ungkap Dedi.
Ujian Integritas dan Konsekuensi Perbuatan
Ada gurat kekecewaan saat Dedi menceritakan bagaimana sang Bupati selalu meyakinkan bahwa semuanya berjalan sesuai aturan setiap kali diingatkan. Namun, realita berkata lain. Secara religius, setiap perbuatan akan menemukan jalannya menuju pertanggungjawaban, baik di dunia maupun di hadapan Sang Khalik.
”Beliau selalu meyakinkan saya, ‘enggak ada apa-apa, Pak.’ Tapi jika sekarang kenyataannya berbeda, itu sudah di luar ikhtiar peringatan yang saya berikan selama ini,” tambahnya.
Pesan Penegakan Hukum: Marwah Jabar yang Bersih
Kasus ini menjadi pengingat keras bagi seluruh kepala daerah di Jawa Barat bahwa penegakan hukum tidak akan pandang bulu. Integritas bukanlah sekadar kata, melainkan perisai agar terhindar dari jeratan hukum. Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan dukungannya terhadap upaya pemberantasan korupsi demi mewujudkan Jawa Barat yang bersih, bermartabat, dan penuh berkah.(***)
Pewarta : Rudy UGT
Uploader : Admin 1
Copyright © KONTEN 88 (21/12//21:14)








