GARUT – Manifestasi Polri Presisi yang peduli kemanusiaan dan cepat tanggap kembali ditunjukkan oleh jajaran jajaran Polsek Cisewu, Polres Garut. Di bawah kepemimpinan Kapolsek Cisewu AKP Asep Pujaeri, petugas dengan sigap langsung bergerak cepat menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menerima laporan warga terkait peristiwa diduga bunuh diri dengan cara gantung diri di Kampung Kucubung, Kelurahan Girimukti, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Kamis (9/7/2026).
Insiden tragis ini menimpa seorang lansia berinisial R (62), seorang petani setempat yang diduga nekat mengakhiri hidupnya akibat depresi yang dialaminya. Kronologi Kejadian: Berawal dari Kekhawatiran Sang Anak Peristiwa memilukan ini bermula pada Kamis siang sekitar pukul 12.00 WIB.

Korban masih terlihat berinteraksi di rumahnya dan sempat berpamitan kepada anaknya, Intan, untuk melihat kebun yang letaknya tidak jauh dari kediaman mereka.
Namun, setelah hampir dua jam berlalu, korban tak kunjung kembali. Merasa khawatir, Intan meminta bantuan kepada tetangganya, Asep, untuk menyusul sang ayah ke kebun.
Langkah kaki Asep terhenti dalam hitungan meter sebelum sampai di kebun; ia dikejutkan dengan pemandangan memilukan melihat korban sudah dalam posisi tergantung di dahan pohon. Seketika Asep berteriak histeris meminta pertolongan warga, yang kemudian diteruskan dengan pelaporan cepat ke pihak Ketua RW dan Polsek Cisewu.
Gerak Cepat Polsek Cisewu di Lapangan
Mendapati laporan tersebut, jajaran Polsek Cisewu yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Bripka Eka, Kanit Intelkam, serta Anggota Piket Jaga langsung terjun ke lokasi untuk melakukan tindakan kepolisian:
Cek TKP dan Pengamanan Area: Memastikan lokasi steril guna menjaga keaslian tempat kejadian. Olah TKP Singkat & Identifikasi: Mengumpulkan bukti-bukti fisik di lapangan secara prosedural dan profesional.
Pemeriksaan Saksi: Meminta keterangan dari saksi-saksi kunci (Asep dan pihak keluarga). Pembinaan Mental Spiritual dan Edukasi Hukum: Sentuhan Nurani Jaga Marwah Negara Tragedi ini tidak sekadar diselesaikan secara administratif.
Di sinilah peran nyata jajaran Polsek Cisewu—termasuk sinergi bersama Kanit Binmas Bripka Eka Ramdan—dalam memberikan pembinaan spiritual, mental, dan pemahaman hukum yang humanis kepada keluarga serta masyarakat sekitar.
- Pendekatan Nurani dan Peduli Kemanusiaan
Polisi hadir bukan sekadar sebagai penegak hukum, melainkan sebagai representasi negara yang memiliki empati tinggi. Petugas merangkul keluarga yang ditinggalkan, memberikan penguatan mental, serta pendampingan psikologis agar mereka tabah menghadapi ujian berat ini.
- Pembinaan Spiritual
Bersama tokoh agama setempat, petugas memberikan pemahaman spiritual mendalam mengenai takdir dan penguatan iman. Langkah ini diambil guna mencegah terjadinya efek trauma sosial di tengah masyarakat dan memastikan lingkungan sekitar tetap kondusif secara mental.
- Pemahaman Hukum demi Menjaga Marwah Negara
Petugas memberikan edukasi hukum secara transparan mengenai prosedur penanganan kematian tidak wajar.
Setelah diberikan penjelasan yang humanis, pihak keluarga menyatakan keikhlasannya, menerima kejadian ini sebagai takdir, dan secara resmi menolak untuk dilakukan otopsi (disertai surat pernyataan). Jenazah kemudian langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk diurus proses pemakamannya sebagaimana mestinya.
Melalui penanganan yang cepat, tepat, dan penuh empati ini, Polsek Cisewu tidak hanya berhasil menjaga kondusivitas kamtibmas, tetapi juga berhasil menjaga marwah negara di mata masyarakat:
bahwa Polri selalu hadir di tengah-tengah kedukaan rakyat dengan membawa rasa aman, keadilan, dan kepedulian yang nyata. (Rudy Ugt)












