WISATA

Geliat Pemuda Cianjur Selatan: BK-RI Jabar dan KTH Cisalak Cidaun Dobrak Potensi Wisata Berbasis Regulasi

1
×

Geliat Pemuda Cianjur Selatan: BK-RI Jabar dan KTH Cisalak Cidaun Dobrak Potensi Wisata Berbasis Regulasi

Sebarkan artikel ini

CIANJUR – Jauh di pelosok Cianjur Selatan, sebuah gerakan perubahan sedang ditiupkan dari Desa Cisalak, Kecamatan Cidaun. Barisan Kepemudaan Republik Indonesia (BK-RI) DPD Jawa Barat secara resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Pemerintah Desa Cisalak melalui Kelompok Tani Hutan (KTH) setempat. Misinya jelas: menyulap potensi alam menjadi destinasi wisata desa sekaligus mencetak generasi muda yang mandiri secara ekonomi.

​Langkah ini bukan sekadar gerakan musiman, melainkan sebuah aksi nyata yang berakar kuat pada mandat konstitusi demi menyelamatkan masa depan regenerasi muda.

Menagih Mandat Regulasi: Bukan Sekadar Janji, Tapi Kewajiban Negara!

​Pergerakan yang diinisiasi oleh BK-RI DPD Jabar ini bergerak di atas rel hukum yang kokoh. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan serta Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2011 tentang Pengembangan Kewirausahaan dan Kepeloporan Pemuda, serta Penyediaan Prasarana dan Sarana Kepemudaan, negara sebenarnya memiliki kewajiban mutlak.

​BK-RI menegaskan bahwa urusan kepemudaan—khususnya pemuda usia produktif 16 hingga 30 tahun—bukanlah opsi, melainkan tanggung jawab berjenjang yang mengikat para penentu kebijakan.

​”Ini adalah tanggung jawab konstitusi yang harus mengalir dari tingkat Presiden, Gubernur, Bupati, Kepala Desa, hingga ke level Ketua RT dan RW. Regulasi sudah jelas memandatkan kepentingan pemuda di usia tertentu harus diakomodir!” tegas perwakilan BK-RI DPD Jabar.

Sentilan untuk Dispora: Ambuing Aduh Gusti, Kapan Pemuda Jadi Prioritas?

​Melihat potensi besar di Desa Cisalak yang sedang digarap bersama KTH, BK-RI memberikan “ketukan” keras sekaligus seruan hangat kepada para Inohong (tokoh/pejabat) di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).

​Dengan mengantongi legalitas resmi melalui SK Kemenkumham RI Nomor AHU-0008877.AH.01.07.Tahun 2018, BK-RI DPD Jabar secara profesional memanggil pemerintah untuk hadir nyata dalam memfasilitasi sarana dan prasarana yang diwajibkan oleh undang-undang.

“Ambuing aduh Gusti… Kapan pemuda di daerah pinggiran seperti Cianjur Selatan ini benar-benar menjadi skala prioritas?”

​Ungkapan tersebut menjadi refleksi mendalam agar pembangunan pemuda tidak lagi berpusat di kota besar, melainkan menyentuh akar rumput di desa-desa seperti Cisalak, Cidaun.

Baca Juga  OPINI PUBLIK: Rudy Ugt "Sekjen BK-RI Angkat Bicara" Dewasalah Sebelum Didewasakan Oleh Keadaan!

Ajakan Regenerasi: Saatnya Pemuda Cianjur Selatan Bangkit!

​Kolaborasi pengembangan destinasi wisata desa bersama KTH Desa Cisalak ini menjadi bukti bahwa BK-RI tidak hanya menuntut hak ke pemerintah, tetapi juga membuktikan kerja nyata. Melalui sektor ekowisata dan pemanfaatan hutan desa yang bijak, para pemuda lokal kini ditantang untuk menjadi pelopor wirausaha mandiri yang profesional dan sejalan dengan perkembangan zaman.

Mengapa Ini Penting bagi Pemuda Desa Cisalak?

  • Kemandirian Ekonomi: Mengubah potensi alam desa menjadi sumber penghasilan melalui sektor pariwisata terpadu.
  • Kepeloporan: Menjadi penggerak utama (subjek), bukan sekadar penonton di daerah sendiri.
  • Konektivitas Modern: Mengelola wisata desa dengan pendekatan digital dan profesional sesuai tuntutan zaman.

Catatan Redaksi (Refleksi):

​Pengembangan wisata di Desa Cisalak, Cidaun ini adalah pilot project bagaimana regulasi kepemudaan harus diturunkan ke tingkat teknis. Sudah saatnya fasilitas sarana dan prasarana dari pemerintah hadir secara utuh, agar energi besar dari regenerasi muda di Cianjur Selatan tidak menguap sia-sia, melainkan menjelma menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi Jawa Barat.

Pemuda Cisalak, Cidaun, Jawa Barat: Waktunya Bangkit dan Berdaya! (Rudy Ugt)

Tinggalkan Balasan