HUKUM & POLITIK

Gelombang Duka di Laut Selatan: Dua Nelayan Hilang Kontak, Satu Meninggal Dunia Akibat Sakit Saat Melaut!

7
×

Gelombang Duka di Laut Selatan: Dua Nelayan Hilang Kontak, Satu Meninggal Dunia Akibat Sakit Saat Melaut!

Sebarkan artikel ini

CIDAUN, CIANJUR — Perairan Laut Selatan Jawa kembali memanggil duka mendalam bagi komunitas nelayan. Dalam sepekan terakhir, tiga insiden beruntun melanda para pencari nafkah di laut: dua nelayan dilaporkan hilang kontak dan masih dalam pencarian, sementara satu nelayan lainnya mengembuskan napas terakhir usai tak sadarkan diri saat mengendalikan jaring di tengah laut.

Ketua Rukun Nelayan (RN) menyampaikan laporan resmi terkait serangkaian musibah lakalaut dan darurat medis yang menimpa para anggotanya di wilayah perairan Cidaun dan sekitarnya.

Dua Nelayan Hilang Kontak: Perahu Ditemukan Kosong Tanpa Awak

​Ancaman keselamatan nelayan kembali terbukti tangguh sekaligus mencekam. Kasus pertama menimpa Sandi M (24), nelayan muda kelahiran Cianjur, 8 Februari 2002, warga Kampung Cipakis RT 03/RW 09, Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur.

​Sandi dilaporkan berangkat melaut sejak Senin sore (17/10/2026) menggunakan perahu bermotor NADIA PUTRI menuju titik penangkapan di perairan Cidamar. Namun, setelah dua hari beroperasi di tengah laut, komunikasi terputus total. Saat dilakukan penyisiran ke lokasi, perahu NADIA PUTRI ditemukan terombang-ambing di perairan Cidamar dalam kondisi kosong tanpa awak. Hingga saat ini, penyisiran dan upaya pencarian korban terus dilakukan oleh tim gabungan dan sesama nelayan.

​Peristiwa serupa juga menimpa Sobirin, nelayan asal Kampung Karyamukti RT 03/RW 08, Desa Karangwangi, Kecamatan Cidaun. Sobirin berangkat melaut pada Selasa sore (13/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB menggunakan perahu AM FAMILY.

​Keesokan harinya, perahu AM FAMILY ditemukan di wilayah perairan Sindangbarang / Sereg dalam keadaan kosong. Perahu tersebut berhasil dievakuasi oleh kapal perahu PUTRA SANJAYA asal Ujung Genteng. Hingga berita ini diturunkan, keberadaan Sobirin masih misterius dan belum ada kabar mengenai titik terangnya.

Baca Juga  Pembangunan Kolam Labuh PP Jayanti: Harapan Baru Nelayan Cianjur dan Ujian Kemanusiaan Berlandaskan Hukum!

​Satu Nelayan Meninggal Dunia Saat Bekerja di Laut

​Di tengah kekhawatiran atas hilangnya dua nelayan, kabar duka terpahit dikonfirmasi pada Selasa (20/10/2026). Seorang nelayan senior bernama Zuhirman (45), warga Pekon Balam, Desa Balam, Kecamatan Pasir Utara, Kabupaten Pasir Barat, Provinsi Lampung, dilaporkan meninggal dunia saat melaut.

​Kejadian bermula sekitar pukul 05.00 WIB pagi, saat Zuhirman berangkat melaut menuju perairan Ci Ujung menggunakan perahu KING. Di tengah perjalanan saat sedang menarik jaring tangkapan, Zuhirman mendadak mengeluhkan pusing hebat hingga akhirnya pingsan tak sadarkan diri di atas perahu.

​Melihat kondisi darurat tersebut, pengemudi perahu (tikong) bernama Dimas, asal Pelabuhan Jayanti, langsung memutar arah perahu sekitar pukul 07.00 WIB untuk menepi kembali ke darat guna menyelamatkan nyawa rekannya.

​Setibanya di darat, korban langsung dievakuasi menggunakan kendaraan milik pengusaha perahu (sebut saja Bobom) menuju Rumah Sakit Cidaun. Namun sayang, takdir berkata lain. Setelah menjalani pemeriksaan medis darurat oleh tim medis RS Cidaun, Zuhirman dinyatakan telah meninggal dunia.

​Solidaritas dan Keselamatan Nelayan Jadi Sorotan

​Rangkaian musibah ini menggarisbawahi tingginya risiko profesi nelayan tradisional yang bertaruh nyawa di tengah ganasnya perairan laut terbuka. Pihak Rukun Nelayan mengimbau seluruh pengguna perahu untuk terus meningkatkan kewaspadaan, melengkapi diri dengan alat keselamatan (life jacket), serta saling memantau pergerakan antarperahu saat beroperasi di laut.

Masyarakat coastal Cidaun dan para nelayan setempat kini bahu-membahu bersama relawan dan aparat terkait untuk melanjutkan proses pencarian keberadaan Sandi M dan Sobirin, seraya memanjatkan doa terbaik bagi almarhum Zuhirman dan keluarga yang ditinggalkan”Pungkas RN. (Red)

Tinggalkan Balasan

HUKUM & POLITIK

​1. Nama Logo ​Logo Resmi Barisan Kepemudaan Republik…