HUKUM & POLITIK

Babak Baru Pesisir Jayanti: Megaproyek Rp 4 Miliar Penjelajah Badai yang Menguji Komitmen Kualitas

8
×

Babak Baru Pesisir Jayanti: Megaproyek Rp 4 Miliar Penjelajah Badai yang Menguji Komitmen Kualitas

Sebarkan artikel ini

CIANJUR — Gelombang tinggi Pantai Selatan tak lagi jadi satu-satunya hal yang dipertaruhkan di Pelabuhan Perikanan (PP) Jayanti, Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun. Di balik hamparan ombak yang tak menentu, sebuah langkah strategis senilai Rp 4.012.734.700,- resmi digulirkan melalui Anggaran APBD Jawa Barat 2026 (Nomor Kontrak: 1236//TI.02/UPTD.PPC).

​Bukan sekadar perbaikan fisik atau penataan kolam labuh biasa, Pembangunan Fasilitas Darat PP Jayanti ini digadang-gadang menjadi benteng utama penopang hidup dan penyelamat ekonomi ratusan nelayan dari ancaman bencana badai tahunan.

​Namun, di balik kondusifnya pelaksanaan di lapangan, muncul satu pertanyaan kunci dari masyarakat: Seberapa kokoh fasilitas ini mampu bertahan menerjang cuaca ekstrem Selatan Jawa?

​Apresiasi Berbalut Warning Hard: Kualitas dan Kuantitas Harga Mati

​Kondusivitas wilayah selama pengerjaan memang menuai pujian. Ketua Rukun Nelayan (RN) Pelabuhan Jayanti, yang mewakili para penerima manfaat, menyampaikan terima kasih mendalam atas sinergi lintas elemen—mulai dari warga pesisir, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, Ormas, LSM, hingga insan pers.

​Namun, apresiasi hangat tersebut dibarengi dengan pesan menohok yang ditujukan langsung kepada kontraktor pelaksana.

​“Terima kasih kepada semua pihak karena tidak ada gejolak sosial di lapangan. Namun, apresiasi ini adalah peringatan tegas: kualitas dan kuantitas pengerjaan adalah prioritas yang tak bisa ditawar. Fasilitas ini tumpuan hidup kami. Keberadaan bangunan yang benar-benar kokoh adalah satu-satunya jaminan keamanan perahu dan alat tangkap kami saat badai menerjang,” tegas Ketua RN Pelabuhan Jayanti.

​Apresiasi tinggi turut dialamatkan kepada Pemerintah Daerah, Forkopimcam Cidaun, Forkopimda Cianjur, serta Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), atas keberanian mengambil kebijakan strategis mempercepat penataan kawasan perikanan di wilayah selatan.

Baca Juga  Tameng Pita Cukai Palsu di Baleendah: Ketika Mafia Miras Meracuni Generasi dan Menantang Hukum!

​Pelaksana Proyek dan Transparansi Pengawasan Media

​Respons terbuka ditunjukkan oleh pihak pelaksana, PT. Rajawali Citra Konstruksi Inc bersama Konsultan MK PT. Selaras Multiarsi Konsultan. Melalui Humas Pelaksana, Muhammad Pirdaus Hasan, pihak kontraktor menyambut positif pengawasan ketat dari publik dan media massa.

​“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya peran aktif jurnalis, khususnya dari Media Cyber BK-RI (www.bkrinews.or.id), yang tak henti mengawal dan mengawasi kebijakan publik. Kemitraan kritis dari media adalah benteng kontrol sosial agar pengerjaan ini tetap transparan, tepat waktu, dan presisi sesuai spesifikasi teknis,” ujar Muhammad Pirdaus Hasan.

​UPTD Cilauteureun Buka Suara: Harapan Besar di Balik Proyek Pesisir

​Kepastian dan optimisme proyek ini kian dipertegas oleh pihak regulator. Saat dikonfirmasi via WhatsApp pada Senin (28/09/2026) pukul 08.59 WIB, Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Cilauteureun, Bapak Donny Orlando Wijayanto, memberikan respons ringkas namun sarat makna.

​“Semoga berjalan lancar, dan hasilnya dapat dinikmati secara nyata oleh seluruh masyarakat Cidaun,” pungkasnya.

​Kini, publik pesisir Jayanti menanti pembuktian akhir: mampukah sinergi regulasi, transparansi pengawasan, dan komitmen penyedia jasa ini melahirkan infrastruktur laut yang tak hanya megah di atas kertas, tetapi juga tahan uji di hadapan ganasnya samudra?

Tinggalkan Balasan

HUKUM & POLITIK

​1. Nama Logo ​Logo Resmi Barisan Kepemudaan Republik…