HUKUM & POLITIK

Senyum Sepasang Mata di Cisewu: Asa Baru Revitalisasi APBN 2026 dan Menanti Titik Terang untuk Santri 2027

1
×

Senyum Sepasang Mata di Cisewu: Asa Baru Revitalisasi APBN 2026 dan Menanti Titik Terang untuk Santri 2027

Sebarkan artikel ini


GARUT, JAWA BARAT — Di balik lekukan perbukitan Cisewu yang asri, bunyi ketukan palu dan riuh swakelola mulai terdengar di Kampung Cisasak, Desa Cikarang, Kabupaten Garut. Senyum hangat memancar dari wajah para siswa dan santri. Sekolah yang berada di pelosok Garut Selatan ini kini menatap masa depan pendidikan yang lebih layak dan bermartabat.

Melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan SMP Tahun Anggaran 2026, Direktorat SMP, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dasmen), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merespons kebutuhan mendasar di daerah. Anggaran APBN 2026 sebesar Rp1.882.102.000,- dialokasikan secara transparan untuk membenahi infrastruktur belajar di SMPS IT Baitul Maarif Cisewu.

Pekerjaan berbasis pemberdayaan swakelola yang dijalankan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (PPSP) ini ditargetkan selesai dalam 90 hari kerja, mencakup:

Rehabilitasi Sedang: 6 Lokal Ruang Kelas

Pembangunan Fisik Lab:
1 Lokal Ruang Kelas Baru (RKB/LAB)

Realita Pedalaman: Sinergi Pendidikan Formal dan Nadir Fasilitas Pesantren
Kompleks pendidikan ini merupakan jantung pembelajaran bagi masyarakat sekitar, yang saat ini membina:

1. SMPS IT Baitul Maarif: 70 Siswa (12 Pendidik)
2. SMK IT Baitul Maarif: 60 Siswa (14 Pendidik)
3. Ponpes Modern Baetul Ma’arif: 87 Santri (6 Guru Ngaji/Ustadz)

Sebuah Catatan Menyentuh:
Dari 87 santri, sebanyak 49 santri terpaksa menginap sementara di ruang kelas SMK IT seusai jam sekolah formal berakhir. Sisanya—38 santri—harus pulang ke rumah masing-masing setiap hari karena terbatasnya kapasitas kobong (asrama).

Kendati fasilitas serbaterbatas, nyala dedikasi 32 tenaga pendidik dan guru ngaji tak pernah padam untuk mencerdaskan anak-anak bangsa di pelosok Garut Selatan.

Apresiasi Tulus dan Kepatuhan Regulasi Transparan

Kehadiran program bantuan ini disambut penuh rasa haru dan syukur oleh seluruh civitas akademika, orang tua siswa, dan masyarakat Kecamatan Cisewu.

Pihak Yayasan, PPSP, beserta seluruh Tokoh Masyarakat menyampaikan apresiasi tertinggi kepada:

1. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI atas alokasi APBN 2026.
2. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat & Dinas Pendidikan Kabupaten Garut atas kepekaan, pendampingan, serta kepedulian nyata terhadap pemerataan mutu sekolah swasta di daerah terpencil.
3. Masyarakat dan Orang Tua Siswa Kecamatan Cisewu atas kepercayaan dan gotong royong yang tiada henti.

Sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) dan Regulasi Tata Kelola Bantuan Pemerintah, seluruh alokasi anggaran dikelola secara swakelola dengan prinsip akuntabel, tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran.

Pihak lembaga dan masyarakat menaruh harapan besar yang berkelanjutan bagi program usulan baru di Tahun Anggaran 2027:

1. Dukungan Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Barat: Sangat dinantikan hadirnya regulasi dan alokasi bantuan sarana-prasarana khusus keagamaan (Asrama/Kobong Santri dan Ruang Kitab) untuk Pondok Pesantren Modern Baetul Ma’arif, agar para santri tak lagi harus ‘meminjam’ ruang kelas SMK.

2. Keberlanjutan Program Pemerintah 2027: Diharapkan sinergi pemerintah pusat dan daerah terus mengalir ke Cisewu untuk melengkapi sarana penunjang lainnya, seperti laboratorium dan fasilitas sanitasi terpadu.

“Terima kasih telah memilih meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah kami. Bantuan tahun 2026 ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan peniup semangat bagi anak-anak di pelosok Garut untuk berani bermimpi lebih tinggi.” (Rudy)

Baca Juga  Bukan Sekadar Minta Maaf: Menguji Tanggung Jawab Hukum dan Potensi Sanksi Pidana pada Kasus Ulat Menu MBG Garut​

Tinggalkan Balasan