Kritis Terhadap Lingkungan dan Penegakan Hukum
Template Indeks
HUKUM  

Menjaga Nyawa, Merawat Amanah: Pesan Menyentuh Gubernur Pramono di Apel Bulan K3

JAKARTA – Di bawah langit Jakarta Timur yang teduh, sebuah pesan mendalam tentang kemanusiaan menggema. Menghadiri Apel Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional di PPKD Jakarta Timur, Senin (9/2/2026), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tidak sekadar memberikan sambutan formal, namun menyentuh sisi spiritual dari sebuah pengabdian.

​Bagi Gubernur Pramono, K3 bukan hanya urusan teknis dan regulasi, melainkan sebuah manifestasi dari rasa syukur dan tanggung jawab kepada Tuhan dalam menjaga keselamatan sesama manusia.

​Keselamatan: Ibadah dalam Bekerja

​Dalam orasinya yang karismatik, Gubernur menekankan bahwa setiap pekerja adalah tulang punggung keluarga yang keselamatannya harus dijaga layaknya menjaga amanah suci.

​”Bekerja adalah ibadah, dan memastikan setiap pekerja pulang ke rumah dalam keadaan selamat adalah tugas mulia yang tidak bisa ditawar. Pengelolaan K3 yang baik adalah bentuk penghormatan kita terhadap harkat dan martabat manusia,” ujar Gubernur Pramono dengan nada yang tenang namun tegas.

​Beliau memandang bahwa di balik angka-angka produktivitas Jakarta sebagai kota global, terdapat keringat dan doa para pekerja. Oleh karena itu, penerapan K3 yang konsisten adalah pondasi moral untuk membangun kepercayaan dan ketenangan batin dalam bekerja.

​Menuju Lima Abad Jakarta: Kota Global yang Beradab

​Menyelaraskan dengan tema “Menuju Lima Abad Jakarta”, Gubernur menginginkan transformasi Jakarta menjadi Global City tidak hanya diukur dari kemegahan infrastruktur, tetapi dari seberapa besar kota ini menghargai nyawa warganya.

​Beliau memberikan instruksi khusus kepada jajaran Dinas Tenaga Kerja untuk tidak sekadar menjalankan seremonial, tetapi benar-benar hadir secara nyata di lapangan.

  • Aspek Strategis: Peneguhan komitmen kolektif melalui apel dan regulasi.
  • Aspek Promotif: Edukasi yang menyentuh hati, termasuk agenda spiritual reflection gathering.
  • Aspek Implementatif: Pemeriksaan kesehatan dan aksi sosial sebagai bukti kepedulian nyata.
Baca Juga  Menjaga Adab di Ruang Digital: Ikhtiar Menuju Masyarakat Sadar Hukum

​Kepemimpinan yang Melayani

​Apel yang dihadiri oleh sekitar 600 peserta dari unsur ASN, pengusaha, hingga serikat buruh ini menjadi saksi gaya kepemimpinan Gubernur yang kolaboratif. Beliau merangkul semua pihak, duduk bersama untuk memastikan bahwa risiko kecelakaan kerja dapat ditekan seminimal mungkin melalui budaya saling menjaga (ta’awun).

​Sebagai penutup, Gubernur mengingatkan bahwa selama periode Bulan K3 ini (12 Januari – 12 Februari), semangat keselamatan harus terus berdenyut di setiap sudut perkantoran dan pabrik di Jakarta.

LIPSUT : Jurnalis Media Cyber BK:RI Dedy Mulyadi, ST

Tinggalkan Balasan