Kritis Terhadap Lingkungan dan Penegakan Hukum
Template Indeks
HUKUM  

Menyemai Karakter di Bumi Pakenjeng: Bakti Alam dan Keikhlasan di SDN 2 Wangunjaya

GARUT – Di bawah langit Pakenjeng yang asri, sebuah harmoni antara pendidikan dan nilai-nilai ketuhanan sedang dirajut. SD Negeri 2 Wangunjaya tidak sekadar mengajarkan literasi di atas kertas, melainkan mengajak para siswanya membaca “ayat-ayat semesta” melalui aksi nyata peduli lingkungan.

​Melalui kegiatan rutin aksi pungut sampah, sekolah ini sedang membangun sebuah peradaban kecil yang berlandaskan pada kebersihan, kedisiplinan, dan rasa syukur.

Kebersihan: Cermin Keimanan dan Kedisiplinan

​Bagi keluarga besar SDN 2 Wangunjaya, memungut sampah bukan sekadar tugas fisik, melainkan sebuah manifestasi religius. Sesuai dengan nilai bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman, para siswa diajarkan bahwa menjaga bumi adalah bentuk ibadah dan penghormatan kepada Sang Pencipta.

​Kepala SDN 2 Wangunjaya, Leni Susilawati, S.Pd.SD, menekankan bahwa karakter disiplin harus dibentuk melalui pembiasaan yang konsisten.

​”Kami ingin anak-anak memahami bahwa disiplin bukan soal takut pada aturan, tapi soal tanggung jawab kepada diri sendiri dan lingkungan. Setiap sampah yang mereka ambil adalah satu langkah kecil menuju hati yang bersih dan jiwa yang peduli,” ungkap Leni dengan penuh ketulusan.

Edukasi yang Menyentuh Hati

​Kegiatan ini diikuti dengan penuh antusiasme. Tanpa rasa canggung, jemari kecil para siswa memilah helai demi helai sampah di halaman sekolah. Di sana, terjadi interaksi edukatif antara guru dan murid:

  • Pemilahan Sampah: Belajar membedakan mana yang bisa kembali ke tanah dan mana yang harus didaur ulang.
  • Refleksi Diri: Menanamkan kesadaran bahwa apa yang kita tanam di alam, itulah yang akan kita tuai di masa depan.
  • Keteladanan: Guru tidak hanya memerintah, tetapi ikut turun tangan sebagai teladan nyata.

Visi Berkelanjutan

​SDN 2 Wangunjaya berkomitmen menjadikan aksi ini sebagai napas harian sekolah. Harapannya, kedisiplinan dalam menjaga kebersihan ini akan terbawa hingga ke rumah dan lingkungan masyarakat, menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga lembut hatinya terhadap alam.

Baca Juga  Misteri.!! Oknum ASN Diduga Lakukan Perselingkuhan Guncang Warga Bandung

​Melalui langkah sederhana ini, SDN 2 Wangunjaya membuktikan bahwa pendidikan karakter terbaik dimulai dari sentuhan tangan ke bumi, dibimbing oleh doa, dan dikawal dengan disiplin tinggi.

Liputan Khusus Jurnalis Media Cyber BK-RI : Pendi, S.Pd Kepala Biro Garut

Tinggalkan Balasan