GARUT — Ada kehangatan tersendiri ketika jejak-jejak masa lalu kembali bertemu di satu titik tempat mereka menimba ilmu. Sabtu (31/10), ruang-ruang kenangan di SMP Negeri 1 Cisewu kembali berdenyut lewat gelaran Musyawarah Akbar Alumni.
Sekitar 100 perwakilan lintas generasi—mulai dari angkatan tertua tahun 1969 hingga lulusan termuda angkatan 2026—hadir membawa kerinduan sekaligus tekad bersama untuk memajukan almamater tercinta.

Pertemuan bersejarah ini bukan sekadar reuni biasa. Di tengah tantangan dan keterbatasan anggaran pendidikan saat ini, para alumni hadir membawa narasi empati: bahwa kemajuan sebuah sekolah tidak bisa dipikul sendirian oleh para guru, siswa, dan orang tua. Pendidikan adalah ikhtiar kolektif seluruh elemen masyarakat.
Menyatukan Langkah Lintas Generasi

Kepala Sekolah SMPN 1 Cisewu, Ahmad Imron, mengungkapkan bahwa selama ini ikatan kepengurusan alumni masih berjalan terkotak-kotak di masing-masing angkatan. Hal tersebut membuat potensi besar para alumni belum tergalang secara maksimal untuk mendukung sekolah.
“Sejauh ini memang belum terbentuk ikatan alumni secara menyeluruh. Kalaupun ada kepengurusan, sepengetahuan kami hanya di tingkat angkatan masing-masing, sehingga koordinasi lintas alumni belum berjalan maksimal,” tutur Ahmad Imron.
Ia meyakini, jika potensi dan dukungan alumni yang tersebar di berbagai sektor dikonsolidasikan dengan baik, dampaknya akan sangat terasa pada peningkatan kualitas pendidikan serta penyediaan infrastruktur sekolah yang layak bagi para siswa saat ini.
Menghidupkan Empati: Dari Bangga Angkatan Menjadi Bangga Almamater
Kehadiran wadah resmi Ikatan Alumni (IKA) SMPN 1 Cisewu menjadi angin segar. H. Tom Maskun, yang dipercaya dan terpilih sebagai Ketua IKA SMPN 1 Cisewu, menegaskan komitmennya untuk mengubah paradigma yang selama ini terbentuk.
“Persoalan sekolah bukan semata tanggung jawab guru, siswa, dan orang tua, melainkan tanggung jawab semua elemen. Sejauh ini alumni sering kali hanya bangga terhadap angkatannya sendiri, sedangkan almamaternya agak terlupakan. Kami berharap dengan terbentuknya IKA, almamater menjadi kebanggaan utama kita bersama,” tegas H. Tom Maskun.
Sebagai langkah awal, pengurus IKA yang baru dibentuk membawa sejumlah amanah prioritas:
- Melengkapi struktur kepengurusan formal IKA.
- Membantu pemenuhan dan perbaikan fasilitas sekolah.
- Menentukan serta merayakan Hari Ulang Tahun resmi SMPN 1 Cisewu.
Menariknya, dalam rangkaian peringatan ulang tahun sekolah tersebut, IKA merencanakan sebuah agenda kebudayaan dan kebersamaan berskala besar, yaitu Festival Gunung Gedogan, yang ditargetkan berlangsung pada Januari 2027.
Kekuatan Kolaborasi dan Potensi Strategis Alumni
Dukungan penuh juga mengalir dari para alumni senior. April Perlindungan, Ketua Alumni Angkatan 1999, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya musyawarah akbar ini. Menurutnya, kepengurusan formal ini adalah langkah nyata untuk membuka pintu kerja sama yang lebih luas demi kepentingan almamater.
“Di tengah terbatasnya anggaran pendidikan saat ini, kami berharap IKA tidak hanya fokus pada pembangunan fisik fasilitas sekolah, tetapi juga mendorong seluruh alumni untuk aktif di berbagai lembaga pemerintahan maupun masyarakat. Dengan begitu, akan lebih mudah menjalin kerja sama lintas pemangku kepentingan (stakeholder),” jelas April.
April memberikan gambaran betapa besarnya potensi yang dimiliki oleh para alumni jika terdata dan terorganisir dengan baik. Dari angkatannya saja (1999) yang berjumlah 190 orang:
- 20% berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) pendidik, TNI, Polri, hingga Kepala Desa.
- 10% bergerak di bidang kewirausahaan/pengusaha.
- 70% berkiprah profesional di sektor swasta.
“Bayangkan jika setiap angkatan dapat mengidentifikasi potensinya masing-masing, lalu potensi besar tersebut digalang secara terstruktur oleh Ikatan Alumni. Dampaknya untuk sekolah tentu luar biasa,” pungkas April penuh optimistis.
Asa Baru bagi Pendidikan Cisewu
Musyawarah Akbar ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap pendidikan tak pernah surut oleh perjalanan waktu. Lewat terbentuknya IKA SMPN 1 Cisewu dan rencana perhelatan Festival Gunung Gedogan 2027, alumni tidak hanya sekadar pulang untuk bernostalgia, tetapi pulang untuk memberi arti dan merawat masa depan adik-adik mereka di pelosok Cisewu. (Rudy)












