
LEMBANG – Tanah Pasundan yang dikenal dengan keramah-tamahannya kembali berduka. Suasana syahdu di kawasan wisata Lembang mendadak berubah menjadi mencekam pada Selasa (20/1/2026) malam. Sebuah perselisihan sepele di Cafe Dylan, Desa Cibogo, berujung pada bentrokan maut antar kelompok organisasi kemasyarakatan (ormas) yang merenggut nyawa Saudara Agus BI (45) dan melukai empat orang lainnya.
Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi kita semua bahwa nyawa manusia adalah titipan Sang Pencipta yang sangat berharga. Tindakan main hakim sendiri bukan hanya pelanggaran hukum negara, tetapi juga bentuk pengingkaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan agama yang menjunjung tinggi perdamaian.
Seruan Moral dan Penegakan Hukum
Merespons tragedi berdarah ini, DPD BK-RI Jawa Barat menyampaikan duka cita yang mendalam sekaligus mengeluarkan pernyataan tegas. Mereka meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk tidak hanya sekadar memproses kejadian yang sudah berlalu, tetapi melakukan langkah preventif yang nyata.
”Kami mengetuk pintu hati para penegak hukum. Jangan menunggu darah tumpah baru ada tindakan. Masyarakat merindukan rasa aman di bawah naungan NKRI,” ungkap perwakilan BK-RI Jabar.
Poin Utama Desakan BK-RI DPD Jawa Barat:
- Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu: Meminta Polri mengusut tuntas dalang dan pelaku kekerasan hingga ke akarnya demi tegaknya keadilan bagi korban.
- Pencegahan Radikalisme Sosial: Mendesak adanya program nyata untuk mengikis budaya “main hakim sendiri” yang kerap terjadi di tengah masyarakat.
- Berantas Premanisme Berkedok Ormas: Meminta pemerintah dan aparat untuk menertibkan oknum-oknum yang menggunakan atribut organisasi sebagai kedok tindakan premanisme yang meresahkan warga.
- Cipta Kondusifitas: Menagih janji Polri Presisi untuk hadir sebelum konflik pecah, demi menjamin kenyamanan masyarakat Jawa Barat dalam beraktivitas.
Kronologi Kejadian: Pelajaran Berharga
Bentrokan yang bermula dari silang pendapat terkait penggunaan fasilitas karaoke ini menunjukkan betapa tipisnya batas antara kesabaran dan amarah jika tidak dibentengi dengan kontrol diri. Kapolsek Lembang, AKP Dana Suhenda, menyatakan bahwa saat ini pihak kepolisian tengah melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.
”Kami telah mendatangi keluarga korban dan berkomitmen melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap kronologi secara lengkap,” ujar AKP Dana, Rabu (21/1/2026).
Refleksi Penutup
Keamanan bukan sekadar hadirnya polisi di jalanan, melainkan tertanamnya rasa saling menghargai di hati setiap warga. Mari kita kembalikan Jawa Barat sebagai wilayah yang gemah ripah loh jinawi, di mana perbedaan diselesaikan dengan dialog, bukan dengan senjata atau kekuatan massa.
Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. (Red)